Tari Cokek
Dibaca : 2509 Kali

Tari Cokek adalah seni pertunjukan Kabupaten Tanggerang propinsi Banten Tarian ini berkembang pada abad ke 19 M, Tarian ini dimainkan oleh 10 orang penari wanita, dan tujuh orang laki-laki pemegang gamang kromong, alat musik yang mengiringinya, Dan alat musik yang mengiringinya adalah rebab dua damai, suling, kempul, gong, kendang dan kecrek.

Tari Cokek biasanya dipentaskan di Rumah Kawin yang terletak di Jalan Selapajang Jaya, Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten, Indonesia.

Sejarah munculnya Tari Cokek berawal dari adanya pentas hiburan yang diadakan oleh para tuan tanah Tionghoa yang tinggal di Tangerang. Dalam pentas seni itu, Tan Sio Kek, yang merupakan salah satu tuan tanah di Tangerang, mempersembahkan tiga orang penari sebagai wujud partisipasinya dalam pesta hiburan rakyat itu. Pada awalnya, dia menyisipkan tarian para gadis cantik tersebut sebagai pertunjukan tambahan. Namun, berawal dari pertunjukan tambahan itulah, kemudian para penari ini menjadi terkenal dan berdiri sendiri sebagai kelompok penari yang kemudian tariannya dinamakan Tari Cokek. Kata cokek diambil dari tuan tanah yang bernama Tan Sio Kek, orang pertama yang mengilhami pertunjukan tarian ini.

Keistimewaan Tari Cokek terlihat pada gerakan tubuh penarinya yang bergerak perlahan-lahan, sehingga mudah untuk diikuti. Tarian diawali dari formasi memanjang, di mana antara satu penari dengan penari lainnya saling bersebelahan. Setelah itu, kaki para penari digerakkan melangkah maju mundur dengan diikuti rentangan tangan setinggi bahu. Rentangan tangan itu disesuaikan dengan gerakan kaki yang bergerak maju mundur tersebut. Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan ajakan kepada para penonton untuk ikut bergabung menari. Ajakan kepada para penonton itu dilakukan dengan cara mengalungkan selendang ke leher sambil menariknya maju ke depan. Ajakan itu umumnya ditujukan kepada tamu undangan yang terdiri dari para pemuka masyarakat dan orang kaya setempat. Proses menari bersama ini dilakukan berdekatan antara penari dengan penonton, tapi tidak saling bersentuhan.

Selain gerakannya yang pelan dan mudah diikuti, Tari Cokek juga memiliki keistimewaan lainnya yaitu busana penarinya. Busana yang dipakai para penari cokek adalah kebaya yang terbuat dari kain sutra yang berwarna hijau, merah, kuning, dan ungu. Warna kain ini dapat bertambah mencolok ketika terkena pancaran sinar lampu. Kilauan busana ini menambah indahnya nuansa warna pada busana itu. Selain keindahan busananya, rambut para penari yang dikepang dan dipasangi sanggul juga menambah kecantikan para penari itu.

Untuk menuju lokasi pertunjukan Tari Cokek, wisatawan dapat menggunakan sarana angkutan umum, seperti taksi, mobil sewaan, atau naik bus. Jika pengunjung menggunakan bus, perjalanan dapat dimulai dari Terminal Tangerang. Dari Terminal Tangerang, wisatawan dapat naik bus jurusan Tangerang-Kampung Melayu atau naik busway kolidor VII untuk sampai di lokasi pertunjukan.

Bagi pengunjung yang ingin menginap, di sekitar area pertunjukan banyak terdapat wisma penginapan yang dikelola oleh penduduk, rumah makan, dan lain-lain. Namun, jika pengunjung ingin fasilitas penginapan yang lebih mewah seperti hotel, dapat datang ke Kota Tangerang. Di kota ini banyak terdapat pilihan hotel dan restoran, sehingga wisatawan dapat dengan mudah memilih tempat istirahat dan aneka sajian masakan yang sesuai dengan seleranya.


Tanggal Posting : Sabtu, 22 Oktober 2011
Pengirim : Admin


Artikel Terbaru
Pulau Hari

Pulau hari merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang yang terletak di bagian timur kota Kendari Sulawesi Tenggara. Pulau ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang masih alami. 

Permukaan air yang jernih

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro merupakan sebuah pulau yang terletak di tengah Sungai Musi Palembang Sumatera Selatan. Pulau ini setiap tahunnya dijadikan pusat tempat perayaan Cap Go Meh, bagi warga keturunan China dari berbagai

Rujak Soto

Makan Rujak atau Soto mungkin Anda sudah pernah mencobanya, namun pernahkan Anda mencoba makanan campuran rujak petis dan kuah soto babat, makanan ini bernama Rujak Soto, Rujak Soto merupakan makanan khas

Candi Jago

Candi Jago  didirikan pada masa Kerajaan Singhasari  pada abad ke-13. Candi ini terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau sekitar 22 km dari Kota Malang. Candi Jago memiliki keunikan

Tari Angguk

Tari Angguk meruapakan salah satu dari sekian banyak jenis kesenian rakyat yang ada di Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta. Tarian ini merupakan tarian yang disrtai dengan pantun-pantun rakyat yang berisi tentang berbagai

News Category

Sumatera

Jawa

Kalimantan

Sulawesi

Bali

Maluku

Nusa Tenggara

Papua

Online Support
hadisukirno1 transtiket1
Visitor